Tuesday, February 25, 2014

Fenomena Alam Gunung Berapi di Indonesia

Posted by Unknown at 11:01 PM 0 comments
FENOMENA ALAM GUNUNG BERAPI DI INDONESIA

Salah satu fenomena alam yang paling dibicarakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada saat ini adalah meletusnya gunung berapi. Misalnya saja Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Kelud di Jawa Timur. Kedua peristiwa ini telah menimbulkan kerugian yang besar, yaitu kerugian materi dan nyawa. Banyak masyarakat Indonesia yang banyak kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat dari meletusnya Gunung Sinabung dan Gunung Kelud.
            Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan gunung meletus? Letusan gunung merupakan sebuah peristiwa dimana endapan magma yang terdapat dalam perut bumi mengalami tekanan dan menjadi renggang sehingga magma tersebut didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Magma yang terdapat di dalam perut bumi memiliki suhu yang sangat tinggi mencapai lebih dari 1.0000C. Cairan magma yang terdorong keluar oleh gas bertekanan tinggi disebut dengan larva yang memiliki suhu 700-1.2000C.
            Ada beberapa jenis gunung berapi berdasarkan bentuknya, yaitu :
1.      Gunung Berapi Strato Volcano
Memiliki bentuk kerucut besar (raksasa) dan kadang-kadang bentuknya tidak beraturan karena telah mengalami letusan berulang kali.
2.      Gunung Berapi Shield Volcano
Tidak memiliki bentuk kerucut namun memiliki bentuk yang landai dan susunannya terdiri dari batuan basaltiK.
3.      Gunung Berapi Cinder Cone Volcano
Abu dan pecahan batuan vulkanik menyebar di seluruh gunung. Memiliki bentuk mangkuk pada bagian atas gunung dan tidak terlalu tinggi.
4.      Gunung Berapi Caldera Volcano
Terbentuk atas ledakan gunung berapi yang sangat kuat sehingga membentuk sebuah cekungan.
            Bagaimana proses terjadinya letusan gunung berapi? Kita ambil contoh Gunug Kelud. Yang pertama adalah statu awas. Gunung Kelud memiliki danau kawah yang terisis oleh air. Terjadi naiknya suhu kawah dan terdapat getaran-getaran vulkanik. Dan temperature magma yang sangat tinggi ini membuat danau kawah yang terisi air akan mengalami pemanasan. Akibat dari tekanan magma, maka air danau akan menjadi uap di bawah kawah yang akan menyebabkan tekanan dari dalam bertambah.
Yang kedua adalah awal letusan hidrovulkanik. Apabila air kawah yang mendidih banyak masuk ke dalam, maka akan sangat mungkin menimbulkan letusan. Letusan ini paling banyak ditemukan pada gunung berapi di laut. Sangat mungkin terjadi letusan-letusan awal dan menyebabkan dentuman keras.
Yang ketiga adalah letusan semi magnetik. Pada saat air kawah panas habis dan bercampur dengan magma. Temperatur magma rata-rata sekitar 600-1.1700C. Dengan temperature magma yang setinggi ini, maka tekanan uap air akan semakin membesar dan mampu menggetarkan dan melemparkan material vulkanik diatasnya. Dan juga akan terjadi retakan pada dinding kawah dan dinding kawah akan runtuh. Air yang panas ini dapat keluar melalui lahar. Orang sering menyebutnya dengan sebutan lahar panas karena air panas ini bercampur dengan kerikil, pasir, dan lumpur.
Yang keempat adalah letusan magmatik. Ketika terjadi letusan ini, magma yang berada di dalam akan meleleh keluar. Dan juga akan terdapat pelemparan batu  kerikil hingga abu vulkanik ke udara. Demikianlah proses bagaimana meletusnya gunung berapi yang perlu kita ketahui.

Daftar Pustaka :